Minggu, 17 Juni 2012

Angsa terbius oleh sang Ahli mimpi


 
Di grup ini kenapa angsa selalu merasa ngantuk. Angsa mulai curiga. Mungkin karena suhu OK yang dingin menyebabkan metabolisme turun dalam level yang rendah termasuk metabolisme sel otak? Atau mungkin ‘agent’ yang bocor?  Atau mungkin suasana OK yang tenang? Atau mungkin para spesies bermuka ninja (keliatan matanya doang) yang bikin mataku astenopia? Atau mungkin mata yang jarang berkedip karena slogan di grup ini ‘waspada dasa netra’ secara aku cuma punya dwi netra?? atau karena gak ada angsa cus dalam kelompok angsa (*wis mulai ngantuk ki)?

OK 10. Makroglossi. Intinya saat itu sedang ada gejolak per`merak`an. Coz ada yang disuruh nambah jaga karena sirup warna kuning sevofluran dan yang satu karena pulang gasik. Maka hari ini suasana pun agak beda. Aku mengerti apa yang dicurhatkan operator untul saat premed tadi malam “disini emang orangnya asik n suka bercanda tapi ‘dalem’ dek”.
dalem apanya???
Asisten3 bilang pada asisten2, “ pak pasiennya makroglossi lo”. Makroglossi akan menyulitkan intubasi…
Asisten 2 “makroglossi apaain sih???”
Asisten 4 dan aku “gubraaaakkkkkkk” sambil ketawa2, masak kagak tau
Tiba-tiba “eh ngapain kamu ketawa, kamu ngetawain saya yg gak tau makrogloosi???, nambah jaga nanti kamu”.
Tipe-tipe yang kayak gini ni udah gak mau ngakuin kesalahan karna kurang belajar, sukanya menginjak yang lemah. Gak pernah belajar lagi…

Pasien kedua. Thorakotomi. Danzzling operation that I was held. Hal ini, aku gak bisa intubasi soale mau pake ET dobel lumen. Setelah itu pasien salah satu parunya dikempetkan, paru yang satu kembangkempis dengan ventilator tidal volum 200. “kamu belum pernah lihat paru yang ngempes to dek, sana ayo lihat” beliau sambil mendorongku. Susah terlihatnya sih soale tertutup oleh sesuatu infiltrate di paru. “dek koas kamu harus tau ini namanya cocomeo, yang membuat paru tidak bisa mengembang sempurna” kata operator bedahnya sambil menunjukkan sebuah hal yang membuatku geli dengan nama cocomeo.
Akhirnya operasi pengangkatan cocomeo pun berhasil, dengan menakjubkan paru bisa mengembang lagi. Saya bisa melihat paru itu mengembang dan mengempis. Kemudian karena akan ditransport ke ICU maka ET dobel lumen dig anti dengan ET biasa. Intubasi deh.

Konsulen. Kerjaanku TIVA (total intra vena anestesi). Hari itu aku ikut 4 program dan sendirian *off the record (angsanya sih cuma 1 bareng sama meraknya, angsa yan soalnya mbantuin bikin slide). Pertama aku disuruh ke VK, ada kuret. 
Setelah aku datang si merak bilang “kamu lagi??”, 
aku pun senyum lebar tanda kemenangan, hehehe. *kebetulan kemaren aku jaga bareng si merak, mungkin bosen kali liat aku melulu. 
“dek buat statusnya”, 
tensi awalnya berapa ya? Bingung ki. Aku lalu melihat monitor trus yang aneh si merak malah nglepas monitor. 
“saya bantuin masang ya pak”, 
“ lo gimana to, la wong udah selese” dong, dong, dong
“hari ini kita mobile lo”, 
“siap pak” menuju Radium ada 2 afterloading hari ini, jaraknya jauh banget, dalam perjalanan si merak mulai bercerita tentang suka duka menjadi dokter anestesi. Dijalan kami banyak bertemu merak lain, si merak berkata “gini ni nasib jadi merak anestesi, bawaannya berat, kalo merak lain kan sant√©-sante, keren gak bawa apa2 kemana2” sambil menunjukkan tas merah besar berisi peralatan anestesi, dan aku yakin itu berat banget mungkin beratnya setengah dari berat badanku, ditambah lagi ada tas yang lebih kecil berisi obat anestesi. 

Lalu buru-buru aku bilang, “maaf ya pak, saya gak bisa mbantuin bawa”, “gak papa sudah biasa” hosh baguslah. Nek tak pikir2 aku angsa yang kurang ajar juga menurut angsa wah (ce), dia mbawain tas yang kecil yang isinya obat anestesi, aku liat angsa sebelum2nya kadang juga dimintain tolong untuk bawa tas besar (co). Aku sempat berpikir aku kan ce gak harus mbawain kan, previlej gitu. Hehehe *senyum nakal
Di radium, si ikan yang kedua, tiba2 tensinya 190 sistole, “pak gimana nih?”, si merak mulai kelihatan bingung. Saat bingung saatnya nelpon. Instruksi dari langit bilang kalo kasih aja analgetik opioid fentanyl. Its magic. Tensi turun jadi 120 trus bertahan di 150-160. Konon katanya ok efek vasodilator. Hosh..hosh, ternyata obat anestesi itu bisa macem-macem fungsinya, hari ini malah yang dipake efeksampingnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar