Rabu, 12 Juli 2017

Bogor dan Taman safari Indonesia

Rencana kita mau ke Taman Safari trus ke Littel Venice
Tapi jalan macet total, perjalanan aja bisa 8 jam lebih, maklum hari ke2 lebaran biasanya pada piknik, dan ini malah kita ke Puncak, Bogor lewat Sentul, ada Cimory juga, Bukit Pelangi, dan Kebun Teh
Tapi meski macet kita tetap heppi karena kita takjub banget, seumur hidup ga pernah ngrasain macet lama, yang sampai mesin mobil pada dimatiin semua, seisi mobil pada keluar trus piknik dipinggir jalan, trus banyak penjual makanan, minuman dan mainan disitu jadi tidak bosan, kaya pasar malam dah pokoknya
Kita beli cilok, kue ketan, dan kopi.
Kesasar ke Sentul City

Kebun Teh


Macet... Bisa mampir beli oleh2

Macet total Selpi2 di pinggir jalan

Kalau bingung cari tempat menginap atau Vila bisa minta tolong bapak2 disini, pinggir jalan banyak jasa Vila

Vila daerah Cipanas
Karena hari sudah sore maka kita ke Vila dulu buat melepas lelah
Tembul pesen lewat traveloka sih..
dan itu murah banget cuma 300rb, hahaha







Sore-sore minum sekoteng

Sport Supaya Sehat

Sarapan diantar ke Kamar, Nasi uduk


Taman Safari Indonesia 
Trus habis sarapan kita langsung check out menuju Taman Safari, ga jadi ke Littel Venice karena waktunya ga nyandak, perjalannya macet lagi, hahaha karena kena sistem buka-tutup dan hari yang kemaren diulangi lagi

Sebenarnya ini kedua kalinya saya kesini, tapi kok yaaa saya tetap berasa ga biasa yaa,,,
tiketnya saya bayar 740rb untuk 4 orang 1 mobil, harga yang lumayan juga, tapi ini tiket terusan untuk segala macam permainan dan pertunjukan
Menurut saya binatangnya tidak selengkap Batu Secret Zoo tapi Taman Safari tetap buaguss bangett








 

Baby Zoo, kita lihat anakan singa putih di depan Taj Mahal, Juga anakan kuda nil
Setelah Lihat hewan di alam bebas kita juga bisa lihat hewan di dalam kandang juga
 


Night Safari
Safari malam berkeliling pakai kereta melihat binatang2 saat malam
Rasakan Sensasinya
Malam hari tiba, kita lihat pertunjukan Gajah dan Pertunjukan Tari-tarian serta Solo Organ hahaha











Bukan mudik tapi piknik (Tangerang)

Ini Rencana kami sekeluarga bagaimana kalau libur lebaran kali ini kita piknik ke Jakarta...
Kebetulan sambil njenguk Tembul tercintah di Tangerang, di kawasan lippo karawaci
Bapak-Ibu bangga ada anaknya yang kerja di RS Siloam, kebetulan si Tembul kos nya di daerah binong, deket lippo karawaci situ lah...

Lebaran hari H
kami sekeluarga berangkat pagi-pagi buta supaya bisa sampai Tangerang siang hari...
ini pertama kalinya buat saya, tapi buat bapak-ibu ini ke sekian kalinya tapi kok ya masih kesasar juga...
hahaha... dan tau kan kalo kesasar di Jakarta dan sekitarnya muternya jauh...
Padahal udah pakai GPS lohh...
sampai embak2 GPS bilang "saya tidak yakin dapat membantu Anda" ...
udah desperate kali ya itu embak2, padahal tu GPS udah canggih banget, tahu kalau di depan macet, berapa jam sampai didepan, dll
dan piknik kali ini kami bawa Bayi... hahaha... perjalanan jauh bawa bayi yang belum genap 12 bulan
Tapi untuk mengakali saya bawa carseat supaya tidak pegel nggendong si bayi kalo lagi bobok

Bobok Cantik di Singgasananya

Liat tuh niat banget kan bawaannya, bawa kipas angin segala


Tol
Mulai dari Brebes Timur kita udah mulai masuk Tol tidak putus sampe Tangerang
disini banyak rest area, mungkin karena tragedi brexit itu kali yaa... jadi jalan Tolnya banyak Rest Areanya
Karena kita orang "ndeso" ya kita sering berhenti di rest area padahal ga macet lho..
Karena ini kan arus mudik... sepii bangett, yang macet arah sebaliknya...
Rest area di sini besar, dengan Toilet dan Parkir Gratis. Di rest area tertentu ada KFC dan Starbuck, juga outlet2 branded lainnya...
Biar lebih cepat dan kekinian mending pakai e-money, bisa untuk belanja juga bayar tol, ga usah ribet cari receh dan segalanya jadi lebih cepat.



 



 




Tangerang
Akhirnya sampai juga setelah muter2 kesasar
Pertama kali ke Lippo Karawaci, saya takjub banget, beda banget sama Tlogosari wkwkwk
ya iya lah... ini semacam perumahan mewah
di lingkungannya sudah lengkap dengan Mall yang didalemnya ada Roller Coasternya, ada Rumah Sakit yang oke pula (tempat Tembul bekerja), Ada Universitas-nya juga untuk golongan menengah keatas, gedung bioskop juga dimana Tembul bisa diskon 50% kalo nonton disitu (member kali ya, kalo rumah e deket situ, hahaha), dan lingkungan yang menurutku asri, jalannya luas, piknik enaknya emang disini, wkwkwk




Helipad, buat kamu yang ga punya motor ato mobil tapi punya Helikopter, hahaha


Kamis, 08 Desember 2016

Cacingan

Sudah lama tidak nulis di blog ini...
karena fokus promil dan dedek bayi sekarang udah 5 bulan...
hari ini agak galau jadi enaknya bahas cacing...


Cacing itu sejenis parasit, berbentuk panjang dan tubuhnya tidak bertulang. Cacing berasal dari telur kemudian berkembang menjadi larva dan bila kondisi memungkinkan akan bertumbuh menjadi cacing dewasa yang siap menelurkan telur-telurnya. Telur cacing dapat masuk melalui mulut dan berkembang biak di usus, beberapa cacing dapat menembus dinding usus lalu masuk ke dalam aliran darah serta paru-paru dan sebagian larva cacing juga dapat menembus kulit manusia

Penyakit cacingan masih sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan dikira bahwa di era modern seperti sekarang ini seseorang tidak dapat terserang penyakit cacingan. Cacingan merupakan penyakit yang sudah ada sejak jaman dulu kala. Dahulu penyakit ini sering ditemukan karena dulu banyak orang menghabiskan waktu dikebun atau disawah tanpa menggunakan alas kaki. Namun jaman sekarang cacingan juga bisa ditemukan terutama pada anak diatas dua tahun yang mulai bermain di tanah yang tercemar telur atau larva cacing. Anak suka memasukan segala benda ke dalam mulutnya, sehingga rawan apabila benda tersebut tercemar telur cacing.

Cacingan merupakan penyakit khas daerah tropis seperti di Indonesia, dan biasanya meningkat ketika musim penghujan. Pada saat tersebut, sungai dan kakus meluap, telur dan larva cacing dapat menyebar ke berbagai tempat dan sangat memungkinkan kontak dan masuk ke dalam tubuh manusia.

Infeksi cacingan dapat menggangu kesehatan tubuh karena cacing akan menyerap sari makanan yang masuk ke dalam tubuh sehingga si penderita akan mengalami kekurangan gizi dan tubuhnya akan menjadi lemah. Cacingan juga dapat mengakibatkan menurunnya kecerdasan penderitanya karena menyebabkan kehilangan darah yang berpotensi anemia. Hal ini tentu saja dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia. Melihat berbagai akibat yang ditimbulkan oleh penyakit ini, tentu saja cacingan dapat dikategorikan sebagai salah satu masalah kesehatan yang cukup mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan yang serius.

Penyebab
Jenis cacing yang sering menyerang manusia adalah cacing kremi, cacing tambang, dan cacing gelang. Sebagian besar penderitanya adalah anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Biasanya ditemukan pada anak-anak yang gizinya kurang baik. Selain itu, keadaan lingkungan dan kebersihan perseorangan juga sangat mempengaruhi penyebaran penyakit ini.

Cacing kremi berwarna putih dengan ukuran yang kecil dan halus seperti benang. Telur cacing ini masuk ke dalam tubuh melalui mulut bersamaan dengan makanan, lalu bersarang di usus besar. Setelah dewasa, cacing berpindah ke anus dan sebagian menempel pada disekitar lipatan dubur. Dalam jumlah banyak, cacing ini bisa menimbulkan gatal-gatal di malam hari. Tidak heran bila anak nampak rewel akibat gatal yang tidak dapat ditahan

Cacing tambang memiliki gigi dan hidup di rongga usus halus. Seringkali cacing ini menggigit mukosa dinding usus dan menimbulkan pendarahan yang menyebabkan anemia. Cacing betina mempunyai panjang sekitar 1 cm, cacing jantan kira-kira 0,8 cm. Cacing dewasa berbentuk seperti huruf S atau C. Cacing ini dapat masuk ke dalam tubuh lewat makanan yang dimakan karena kurang menjaga kebersihan tangan. Selain itu larva cacing dapat masuk ke dalam tubuh dengan menembus kulit telapak kaki dan setelah itu larva akan masuk ke dalam aliran darah. Larva dapat bertahan hidup 7–8 minggu di tanah yang lembab.

Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides) pada stadium dewasa dapat hidup di rongga usus halus. Cacing jantan berukuran 10 – 30 cm, sedangkan betina 22 – 35 cm. Jika telur cacing tertelan manusia, akan menetas menjadi larva di usus halus, larva tersebut menembus dinding usus menuju pembuluh darah atau saluran limfa kemudian mengikuti aliran darah ke paru-paru dan saluran napas sehingga menimbulkan rangsangan batuk, kemudian tertelan masuk ke dalam esofagus lalu menuju ke usus halus, tumbuh menjadi cacing dewasa.

Penularan
Lingkungan yang kurang bersih merupakan faktor resiko terjadinya penyakit cacingan. Misalnya jika seseorang tidak sengaja buang air besar sembarangan di kebun atau sungai, dimana feses tersebut mengandung telur cacing. Ketika musim hujan telur cacing bisa menyebarkan bersamaan dengan meluapnya air sungai atau banjir.

Biasanya penyakit cacingan banyak diderita oleh seseorang yang sering menginjak di tanah tanpa menggunakan alas kaki. Tanah lembab tersebut dapat mengandung larva cacing yang kemudian akan masuk melalui pori-pori tubuh, yang biasanya ditandai dengan munculnya rasa gatal di kaki. Karena itu biasakan untuk selalu menggunakan alas kaki saat berjalan di luar terutama di tanah yang lembab untuk menghindari cacing tambang masuk lewat telapak kaki.

Buang air besar sembarangan juga berbahaya. Telur cacing sebagian akan keluar dengan sendirinya bersamaan dengan keluarnya feses. Telur cacing mencemari tanah kemudian dikerumuni lalat yang kemudian lalat dapat hinggap di makanan.

Cacingan menyerang seseorang yang kurang menjaga kebersihan saat makan atau minum, makan dengan menggunakan tangan langsung tanpa menggunakan sendok, apalagi jika belum mencuci tangan sampai bersih dengan sabun, ada kemungkinan telur cacing akan masuk ke dalam tubuh.

Makanan yang kurang bersih dapat juga tercemar oleh larva cacing. Misalnya karena dalam memasak kurang matang atau mencuci piring menggunakan air yang tercemar telur cacing. Seseorang juga bisa menelan telur cacing dari sayuran mentah yang dicuci kurang bersih. Misalnya, hanya dicelup-celup di baskom tanpa dibilas dengan air mengalir. Karena menular lewat makanan, korban cacingan umumnya anak-anak yang biasa jajan di pinggir jalan.

Jika anak selalu menggaruk-garuk lubang pantatnya saat sedang tidur, bisa jadi ia terserang cacing kremi. Saat digaruk, telur-telur ini bersembunyi di kuku jarinya sebagian lagi menempel di seprei, bantal, guling, dan pakaiannya. Bila tidak hati-hati telur cacing dapat menular ke orang-orang yang tinggal serumah lewat kontak langsung.


Gejala
Pada kasus ringan, penyakit cacingan memang tidak menimbulkan gejala nyata tetapi pada kasus-kasus infeksi berat bisa berakibat fatal. Cacing dapat bermigrasi ke organ lain, menyebabkan infeksi pada usus dan dapat berakhir pada kematian.

Gejala yang terjadi jika seseorang menderita infeksi cacingan biasanya dia akan merasakan gangguan pencernakan seperti kembung, mual dan ingin muntah. Penderita biasanya kehilangan nafsu makan, sulit buang air besar, feses berlendir atau bahkan diare, Hal ini terjadi akibat ketidakberesan di usus. Bahkan jika cacing dalam jumlah yang banyak dapat menggumpal dan menyebabkan terjadinya sumbatan di saluran cerna.

Cacing yang hidup di dalam saluran pencernaan akan menyerap sari-sari makanan sehingga pada kasus yang berat, penderita mengalami kekurangan gizi dan berat badan mengalami penurunan. Penderita terlihat kurus karena zat gizi yang seharusnya digunakan untuk metabolisme tubuh malah diserap oleh cacing.

Menurunnya status gizi penderita menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga memudahkan terjadinya infeksi penyakit lain. Dampaknya dapat dilihat dari terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, serta komplikasi kehamilan seperti Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Beberapa jenis cacing yang hidup di dalam tubuh manusia biasanya akan menyerap darah sehingga mengakibatkan anemia. Pasien akan mengalami kekurangan darah ditandai dengan sering pusing, wajah pucat, badan lemah, letih dan lesu.

Seseorang yang tidak sengaja menginjak tanah yang mengandung larva cacing tanpa alas kaki, kaki akan kontak dengan larva dapat menembus kulit sehingga menyebabkan respon inflamasi yang mengakibatkan ruam dan gatal pada kulit. Beberapa jenis cacing juga dapat hidup didalam paru-paru sehingga mengakibatkan si penderita mengalami batuk yang tidak sembuh-sembuh.

Penanganan
Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan adalah hal efektif yang bisa kita lakukan. Gunakanlah air bersih untuk keperluan makan, minum, dan mandi. Ajarkan anggota keluarga anda untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar dengan menggunakan air dan sabun. Potong kuku anak secara teratur karena kuku panjang bisa menjadi tempat bersembunyi telur cacing. Ajari anak untuk tidak terbiasa memasukkan tangan ke dalam mulutnya.

Mandi dan membersihkan badan paling sedikit dua kali sehari. Memakai alas kaki bila berjalan di tanah, dan memakai sarung tangan bila melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan tanah. Janganlah buang air besar disembarang tempat seperti di sungai atau di kebun tapi gunakan WC yang bersih.

Berikan asupan makanan yang bergizi karena infeksi cacingan banyak diderita oleh anak-anak yang bergizi buruk. Bersihkan makanan seperti buah-buahan sampai bersih sebelum dimakan dan bilas sayur mentah dengan air mengalir. Masaklah daging sampai matang menghindari larva dalam daging akan masuk ke dalam tubuh dan berkembang biak.

Buanglah sampah pada tempatnya untuk menghindari lalat dan lipas. Jangan biarkan lalat menghinggapi makanan, tutup makanan dengan tutup saji untuk mencegah debu dan lalat karena kemungkinan lalat akan membawa telur cacing pada makanan yang dihinggapinya.


Minumlah obat cacing 6 bulan sekali sesuai aturan dokter. Obat cacing sudah banyak dijual di toko obat atau apotik. Jangka waktu pemberian enam bulan ini berguna untuk memotong siklus kehidupan cacing. Untuk pencegahan, obat cacing dapat diberikan pada anak mulai usia bayi sampai anak usia 15 tahun. 

Jumat, 30 Oktober 2015

Anak Pemilih Makanan

Sedih rasanya saat melihat anak kita memilih-milih makanan yang ia makan, ia hanya suka pada jenis makanan yang itu-itu saja. Sebagai orangtuanya terkadang kita sedih dan kuatir apakah anak akan kurang gizi kalau makanannya tidak bervariasi. Bila anak sudah pemilih makanan maka ia cenderung susah makan, tak jarang berat badannya tak kunjung naik karena susah sekali makan.

Kesulitan makan pada anak memang sering dialami. Lebih dari 50% orangtua menyatakan bahwa anak mereka bermasalah dengan pola makan. Beberapa anak memiliki kebiasaan menyemburkan makanan, memuntahkan makanan, atau makan diemut terlalu lama dan enggan ditelan. Beberapa anak tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut, membuang-buang makanan dan tidak mau sama sekali mencoba makanan baru. Kondisi seperti ini biasanya dialami anak ketika usia 2 hingga 5 tahun, hal ini dapat bersifat sementara atau dapat menetap hingga usia anak menjelang remaja.

Jika menemui kondisi anak pemilih makanan seperti ini ada baiknya melakukan konseling nutrisi pada dokter anak atau ahli gizi. Anda bisa konsultasikan kondisi anak anda pada dokter apakah kekurangan zat gizi dan perlukah menggunakan suplemen atau vitamin.

Makanan bergizi menjaga sistem kekebalan tubuh. Tubuh yang cukup energi akan membuat anak tidak mudah sakit. Pilihan menu makanan sebaiknya mengandung karbohidrat, protein, lemak dan serat dalam jumlah yang seimbang.

Makanan merupakan kebutuhan primer manusia. Otak manusia membutuhkan pasokan makanan berupa glukosa (salah satu jenis karbohidrat) sebagai bahan bakar. Kurangnya glukosa dalam darah akan mempengaruhi kinerja otak sehingga akan mengalami kesulitan konsentrasi. Saat mengikuti pelajaran di sekolah sarapan juga meningkatkan konsentrasi dan kecerdasan.

Dalam proses penyembuhan penyakit, nutrisi berperan mempercepat proses penyembuhan seseorang dari sakit. Sayur dan buah meningkatkan daya tahan tubuh karena kaya vitamin dan mineral, serat yang terkandung didalamnya juga memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Serat baik untuk tubuh karena menyerap kolesterol dan lemak jahat dalam usus.

Menu Seimbang
Keseimbangan nutrisi adalah kunci untuk menu sehat, dimana jumlah makanan untuk anak tidak perlu banyak. Terkadang orangtua terburu-buru ingin menaikan berat badan anak sehingga menjejali dengan banyak makanan tanpa memperhatikan kandungan gizi didalamnya. Lambung anak-anak ukurannya kecil jika diberikan makanan dalam jumlah banyak anak bisa mual kemudian muntah.

Memenuhi kebutuhan gizi dalam syarat menu sehat adalah dengan membuat menu yang bervariasi setiap hari, jenisnya juga beragam, harus mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, serat dan air dalam jumlah yang seimbang.

Makanan haruslah mengandung karbohidrat dalam jumlah cukup. Karbohidrat merupakan komponen utama untuk menyediakan energi bagi tubuh, sebagian besar digunakan oleh tubuh dalam bentuk glukosa. Namun apabila asupan glukosa berlebihan maka sebagian akan disimpan dalam bentuk glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sisanya akan diubah menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai cadangan energi di dalam jaringan lemak. Seseorang yang memakan karbohidrat dalam jumlah berlebihan akan menjadi gemuk. Sumber karbohidrat didapat dari nasi, mie, kentang, jagung, dan roti.

Protein yang terkandung dalam makanan sangat bermanfaat untuk proses pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Protein didapat dari dua sumber yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani seperti daging, ikan, susu, keju, dan telur sedangkan protein nabati didapat dari kacang-kacangan seperti kedelai.

Lemak berfungsi sebagai sumber energi, bahan baku hormon ,membantu transport vitamin yang larut lemak, dan sebagai pelindung organ tubuh bagian dalam.

Sarapan yang baik mengandung cukup vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral berperan penting dalam metabolisme tubuh. Kekurangan zat gizi tersebut menyebabkan daya tahan tubuh yang kurang sehingga kita mudah terkena penyakit. Salah satu mineral yang penting bagi tubuh yaitu kalsium. Minum segelas susu di pagi hari membantu kecukupan kalsium yang penting bagi kesehatan tulang dan gigi anak. Yodium dan zat besi merupakan mineral yang juga baik untuk tubuh.

Zat gizi yang tak kalah pentingnya yaitu serat. Serat membantu pengeluaran feses dengan cara mengatur peristaltik usus sehingga memudahkan buang air besar. Serat makanan dapat mencegah kegemukan. Sumber makanan berserat yaitu buah – buahan dan sayur-sayuran. Air juga penting bagi metabolisme tubuh. Air sangat penting untuk mencegah dehidrasi.

Mengatasi anak pemilih makanan
Kegemaran makanan dengan satu jenis bahan sangat tidak dianjurkan, pola makan yang monoton menyebabkan tubuh kekurangan zat gizi tertentu dan sebaliknya akan kelebihan zat gizi lain, misalnya terlalu banyak karbohidrat seperti nasi goreng setiap hari atau mie goreng setiap hari. Setiap bahan makanan memiliki kandugan gizi yang berbeda. Semakin bervariasi, semakin sering ganti menu, tubuh akan akan lebih tercukupi semua zat gizi esensial yang penting bagi tubuh.

Untuk meningkatkan nafsu makan anak, taruhlah makanan yang akan kita berikan dalam wadah yang lucu dan menarik. Pilihlah wadah sesuai warna dan bentuk kesukaannya. Agar anak tidak bosan cobalah kreasikan bentuk makanan menjadi lebih menarik untuk dimakan, misalnya sayur dibuat dalam bentuk bunga dan pohon, nasi dicetak atau dibuat bulat-bulat, anak akan lebih bersemangat untuk makan.

Buat waktu makan menjadi lebih menyenangkan dengan melibatkan seluruh keluarga, setidaknya satu kali dalam sehari. Jangan makan terburu-buru di depan anak anda, duduklah dan sisihkan beberapa menit untuk makan dan anak anda akan meniru anda.  Ajak anak untuk makan secara perlahan, rasa dari makanan yang dinikmati akan terasa lebih nikmat bila dimakan perlahan. Libatkan anak dalam proses memasak, hal ini seperti permainan bagi mereka, misalnya mengajak anak mencetak kue, menata di piring, mengolesi roti dengan mentega, dll.

Anda sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan banyak ketika ia sesekali memutuskan untuk makan lebih sedikit. Berikan porsi kecil, namun berikan waktu makan sebanyak mungkin, bisa 4-6 kali sehari. Memaksa anak makan akan membuat mereka kehilangan selera makan.

Agar anak lebih senang, ajaklah teman-temannya atau keponakan untuk menemani dia makan. Anak akan mengubah sikapnya untuk lebih suka makan karena menyenangkan dan tidak pilih-pilih makanan lagi. Pilihlah berbagai macam sayuran dalam berbagai warna, buah, susu atau sereal sebagai bahan tambahan disetiap kali makan sehingga anak cukup nutrisi. Bila anak tidak suka buah atau sayur, cobalah blender kemudian sajikan dalam bentuk jus dan beri sedikit krim atau mesis diatasnya. ajaklah anak minum dengan sedotan, sensasi minum dengan sedotan warna-warni akan membuat anak lebih senang.

Dampingilah anak ketika nonton televisi, banyaknya iklan produk camilan atau makanan olahan membuat anak senang memilih makanan cepat saji seperti nugget, sosis, keripik, ayam tepung dan lain-lain. Berikan pemahaman pada anak bahwa tidak semua makanan itu aman dan sehat bila sering dikonsumsi. Namun sesekali tidak masalah memberi anak permen atau makanan cepat saji lainnya asalkan tidak sering.


DugDeran Semarang

Dugderan adalah salah satu tradisi kota Semarang sebagai tanda bahwa bulan puasa akan segera dimulai. Dugderan bisa disebut juga festival atau perayaan. Kata Yunk-Yunk sih Dugderan berasal dari kata "DUG" yaitu bunyi bedug yang dipukul saat menjelang sore dan "DER" berasal dari bunyi meriam, karena saat acara berlangsung ada tradisi tersebut.

Pada Dugderan juga diarak hewan Warak, atau Warak Ngendog, yang artinya Warak bertelur, ini hewan ikonik banget kota semarang karena memang hewan yang super. Gosipnya hewan warak itu bertubuh kambing, berkepala naga, leher jerapah dan hewan tersebut bertelur.


Kalau malam hari menyebutnya seperti pasar malam pun tidak masalah, karena berbagai macam jualan kuliner, barang unik, fashion dan aneka permainan pun ada disini.


Ramainya Dugderan, bukan saja diikuti warga masyarakat saja tetapi para petinggi negara dan ormas pun ikut serta

Jualan mainan


kuliner